Sunday, November 1, 2026

ADA PENGETAHUAN BERBAHAYA DI OTAK

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. 

Apakah kamu sering menemukan orang yang sulit berubah? Apakah kamu sering menemukan orang yang sulit mengakui jika pendapat orang lain benar? Apakah kamu sering menemukan orang yang ketika orang lain bicara dia tidak mau mendengar? Apa sebabnya, kita jelaskan.  

Penghalang seseorang untuk berubah adalah pengetahuan. Penyebab prilaku orang menjadi egois, sulit menerima kebenaran, sulit menerima pendapat orang lain, selalu merasa benar adalah pengetahuan yang ada di otak. Pengetahuan bisa menjadi penghalang seseorang untuk berubah. 

Setiap pengetahuan ada penjaga dan pemiliknya. Para pemilik pengetahuan adalah para tokoh yang mewakili sebuah kelompok apakah itu aliran, isme, kepercayaan, atau keyakinan. Para tokoh akan semakin brutal menjaga pengetahuan yang dimilikinya jika berkaitan dengan kesejahteraan hidup. 

Allah mengajarkan kepada seluruh umat manusia untuk tidak menjadi pemilik pengetahuan, karena seluruh pengetahuan pemiliknya Allah. Jika kesadaran ini dimiliki, perbedaan pendapat akan tetap ada, namun kehidupan berjalan damai. Kesadaran ini bisa dimiliki jika manusia memiliki pengetahuan manusia bukan pemilik pengetahuan.

Sumber pengetahuan sebenarnya satu yaitu dari Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Ada dua cara Tuhan memberikan pengetahuan kepada manusia. Pertama melalui alam semesta, kedua melalui wahyu yang diturunkan pada para nabi. 

Kadang terjadi bentrokan antara pengetahuan dari alam dengan pengetahuan wahyu yang diturunkan kepada para nabi. Pengetahuan alam membuktikan kebenaran dengan penglihatan. Pengetahuan dari wahyu membenarkan dengan keimanan. 

Keberadaan akal seharusnya menjadi penengah dari dua sumber pengetahuan ini. Namun, karena manusia kadang selalu menjadi pemilik kebenaran, yang terjadi adalah sering terjadi konflik. Kelompok satu memandang kebenaran berdasar penglihatan, kelompok satu menemukan kebenaran dari keimanan. 

Masing-masing kelompok membentengi dirinya dengan blok-blok pengetahuan yang dimilikinya atas nama sumber kebenaran masing-masing dan aliran. Keduanya menjadi pejuang kebenaran menurut versi kelompoknya masing-masing. Konflik dua pemilik pengetahuan ini bisa jadi perang terbuka karena sama-sama ingin menjadi pemilik otoritas kebenaran.

Disinilah akal harus berfungsi karena setiap manusia memilikinya. Al Quran sebagai petunjuk tidak mrendahkan kebenaran dari alam dan tidak menyuruh mengagung-agungkan kebenaran dari wahyu. Al Quran dikatakan suci, artinya informasi dari dalam Al Quran adalah data, tidak berapiliasi dengan kelompok manapun kecuali berpihak pada Tuhan yang maha kuasa. 

Manusia dianjurkan untuk menjaga keseimbangan. "Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (mizan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (Ar Rahman, 55:7-9).

Al Quran adalah ayat dan alam semesta adalah ayat, keduanya menjadi sumber informasi. Kitab suci Al Quran dan ayat di alam semesta menjadi sumber informasi yang seharusnya digunakan oleh manusia untuk menjaga keseimbangan hidup dalam mewujudkan kehidupan damai dan sejahtera.  

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashshas, 28:77).

Pengetahuan yang berbahaya bagi otak yaitu pengetahuan yang sudah dilabeli oleh pemiliknya selain Allah. Pengetahuan yang dilabeli aliran, madzab, kelompok, ideologi, bangsa, suku, etnis, adalah pengetahuan berbahaya jika tersimpan di otak. Pengetahuan ini bisa menutup manusia dalam menjaga neraca keseimbangan hidup, karena manusia selalu melampaui batas.

Manusia yang menyimpan pengetahuan berlabel aliran atau isme di otak, bisa menjadi pengagung pengetahuan kelompoknya sehingga dapat menutup pintu musyawarah, diskusi, dan bisa jadi menolak kebenaran. Seharusnya, pemilik pengetahuan adalah Tuhan, dan semua manusia tidak boleh berlebihan dengan mengaku menjadi inidividu atau kelompok pemilik pengetahuan.***

Saturday, October 10, 2026

ARTI TAWAKAL JANGAN GAGAL PAHAM

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. 

Era digital ditandai dengan era pembelajaran mendalam. Konsep-konsep agama bisa dibedah menjadi lebih bermakna dan mendalam. 

Kata tawakal bukan sekedar slogan bagi umat beragama. Tawakal secara dangkal hanya dipahami sebagai sebuah harapan tanpa putus asa pada Allah. 

Tawakal bukan sekedar tindakan hati, pikiran, dan ucapan. Tawakal adalah sebuah tindakan holistik yang harus dilakukan oleh setiap muslim. 


"Dan Yakub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun daripada Allah. Keputusan menetapkan hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri"." (Yusuf, 12:67).

Mengikuti pola penjelasan ayat Al Quran di atas, sebelum Allah memerintahkan bertawakal, ada prilaku-prilaku aktif yang Allah jelaskan terlebih dahulu. Kalimat, "Jangan masuk dari satu pintu gerbang. Masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlainan", merupakan tindakan-tindakan kreatif yang harus dilakukan orang beriman sebelum bertawakal. 

Konsep tawakal dalam Al Quran bukan sebuah konsep pasrah berserah diri, tetapi sebagai kelanjutan dari dari usaha dan kerja yang dilakukan sebagai pondasi dasar sikap tawakal kepada Allah.

Tawakal secara menyeluruh dapat dihahami sebagai segala usaha perbuatan manusia untuk mencapai tujuan hidup sesuai batas kemampuan yang dimiliki untuk mendapatkan hasil terbaik dari Allah.

Inilah makna pemahaman konsep takawal yang dibimbing Allah dalam Al Quran. Maka tidak ada satupun konsep-konsep yang diajarkan Allah kepada orang beriman menuju pada kebinasaan. Semua konsep yang diajarkan Allah menuju kepada kedaulatan hidup di dunia dan akhirat.***

Friday, September 25, 2026

MANUSIA TIDAK BOLEH DITUHANKAN

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.

Mengapa manusia tidak boleh di Tuhankan? Ada beberapa argumen yang bisa dipahami akal dengan logis. Argumen adalah dasar pemikiran dari sebuah pendapat. 

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, informasinya ada di Al Quran.  Allah mengabarkan dalam Al Quran, bagaimana manusia diciptakan. "Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia  dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al Hijr, 15:26).

Manusia tidak layak dituhankan karena manusia diciptakan Tuhan. Apapun pangkatnya, keturunnannya, manusia tidak boleh dituhankan karena manusia adalah makhluk.

Alasan berikutnya manusia tidak boleh dituhankan. Di dalam diri manusia ada dua jiwa. Kedua jiwa ini punya kehendak berlawanan, satu cenderung buruk dan satu lagi cenderung ke hal baik. 

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, (Asy Syams, 91:8).

Dorongan naluri buruk bersifat aktif tanpa perlu proses belajar. Sehingga sebagian besar manusia berada dalam jalan buruk, Tidak ada manusia suci karena manusia punya potensi buruk. Siapapun manusianya pasti memiliki sesi buruk sekecil apapun. 

"Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (Yasin, 36:62).

Untuk membedakan keburukan dan kebaikan manusia membuthkan pengajaran. Al Quran adalah sumber pengajaran. Al Quran sebagai materi pengajaran dijelaskan dalam Al Quran. Allah memberi pengajaran melalui wahyu yang diturunkan kepada para nabi utusan Nya. 

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara. Yang telah mengajarkan Al Qur'an. (Ar Rahman, 55:1-4). 

Manusia sebagai makhluk pembelajaran memiliki akal. Allah jelaskan dalam Al Quran bagaimana cara Allah mengajar manusia. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (Al 'Alaq, 96:3-4).

Akal adalah penjaga keseimbangan (mizan) antara sifat buruk dan baik yang ada dalam jiwa manusia. Akal adalah kemampuan intelektual yang harus mendapat banyak pengetahuan untuk bisa mengambil keputusan. 

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (Ar Rahman, 55:7-8).

Pendidikan menjadi faktor paling penting untuk menyadarkan seluruh manusia untuk tidak menuhakan manusia dan menuhankan dirinya. Menuhankan, mengkultuskan manusia adalah tanda kebodohan karena kemampuan intelektual rendah.*** 

Saturday, September 19, 2026

MENGAPA ORANG BERIMAN TIDAK PERNAH LELAH

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Idealnya orang beriman tidak akan pernah merasa lelah, Secara psikologis lelah terjadi karena pola pikir negatif yang terus menghantui karena berbagai tuntutan yang belum dan harus dipenuhi. Pola pikir negatif yang terus menerus ada menjadi penyebab stres. 

Jika seseorang menganut ajaran agama dan dari ajaran agamanya dia tahu hal baik dan buruk, maka ketika melanggar ajaran agama  dia akan mengalami stres karena merasa berdosa. Maka diperintahkan untuk bertakwa yaitu melaksanakan kebaikan dan menjauhi keburukan. 

Semua penyebab kelelahan adalah pola pikir negatif yang tersimpan pada memori jangka panjang di otak dan menjadi prilaku yang tidak disadari. Maka  Allah dalam Al Quran menjelaskan sebab seseorang mudah merasa lelah agar manusia tidak merasa lelah berharap pada Allah dan selalu bahagia.

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam ((ghillin) yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (Al Hijr, 15:47-48).

Rasa dendam adalah satu turunan dengan rasa benci dan dengki yang tersimpab dan tersembunyi dalam jangka waktu lama. Inilah penyebab seseorang akan cepat merasa lelah dalam hidup. Rasa dendam  memacu jantung terus menerus bekerja secara tidak beraturan. Ketika, jantung bekerja tanpa henti dan tidak beraturan, maka pola kerja jantung ini berdampak pada kondisi stres dan terus menggerogoti kesehatan tubuh. 

Untuk menghilangkan rasa dendam, dengki, dan benci, Allah mengajarkan untuk mengubah pola pikirn dengan mengedepankan rasa persaudaraan tanpa melihat latar belakang suku, ras, agama, dan bangsa. Menghidupkan rasa persaudaran adalah kunci agar kita bisa hidup sejahtera di dunia seperti hidup di surga.  Ciri kehidupan surga, Allah gambarkan kepada mereka yang tidak merasa lelah dan lesu.

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu". (Fathir, 35:35).

Dalam surat Fathir ayat 34, Allah menjelaskan mengapa orang-orang bisa hidup kekal bahagia, karena Allah telah menghilangkan rasa duka cita dalam hidupnya. Untuk menghilangkan duka cita, Allah membimbing untuk melenyapkan rasa dedang, benci, dengki, dalam hati. Itulah cara berpikir yang diajarkan Allah kepada kita. Semoga Allah memberkahi.***

Saturday, August 29, 2026

MENGAPA SINGAPURA BERI INSENTIF 975 JUTA PER ANAK?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. 

Jika di teliti di internet, negara-negara kapitlasi sedang mengalami penuruan jumlah populasi penduduk. Singapura, baru-baru ini mengeluarkan insentif pantastis bagi anak-anak yang lahir. Kebijakan ini dapat dipahami akal sehat, karena penuruan jumlah populasi mengancam eksistensi negara. 

Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Finlandia, Swedia, termasuk negara-negara dengan kepemilikan kapital besar. Penghasilan mereka rata-rata per bulan cukup tinggi dibanding dengan Indonesia. Negara-negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi cenderung dengan biaya hidup tinggi. 

Ketika berkunjung ke Taiwan, anak muda Taiwan rata-rata menanunda perkawinan, karena perkawinan memiliki syarat punya penghasilan tinggi. Sebelum menikah mereka harus punya penghasilan cukup untuk menyediakan rumah, kendaraan, dan biaya hidup dan fasilitas pendidikan anak. Jika masih punya orang tua, mereka harus punya dana untuk menggaji perawat bagi orang tua. 

Hitung-hitungan matematika mereka tidak pernah cukup bagi mereka untuk memutuskan menikah. Selain itu biaya pernikahan di negara-negara maju cukup tinggi, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, biaya menikah ada di rentang 195 Juta sampai dengan 1,34 Miliar.

Di dalam sistem ideologi negara-negara maju, faktor penghambat perkawainan paling dominan adalah biaya perkawainan dan setelah perkawinan. Di negara-negara maju ada juga fenomena, setelah menikah berkomitmen tidak memiliki anak. 

Pemerintah Singapura, mengeluarkan kebijakan luar biasa untuk mendorong warganya punya anak. Mereka mengeluarkan insentif bagi setiap anak Singapura, kurang lebih 975 juta per anak. Insentif ini bukan pamer kekayaan dan kesejahteraan Singapura, tetapi sebuah kebijakan dari rasa khawatir dengan kedaulatan Singapura.

Di dalam Al Quran, syarat untuk orang yang harus segera menikah adalah telah memiliki kemampuan. Salah satu kemampuan itu dapat diukur dari punya penghasilan, untuk membiayai kehidupan keluarga. Tetapi Allah memberi keyakinan kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhan, ketika secara perhitungan penghasilan tidak cukup membiaya, Allah memberi jaminan akan mencukupinya. 

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nuur, 34;32)."

Konsep "solihin" dimaknai sebagai kelayakan atau kemampuan untuk menikah. Maka salah satu ukuran sesorang dapat menikah dapat dilihat dari kemampuan finansial. Kemampuan finansial ini penting karena seluruh kenbutuhan hidup di era sekarang berkaitan erat dengan uang.  

Selanjutnya ada konsep "fuqoro" dalam hal ini diartikan miskin. Namun secara spesifik kata fuqoro lebih berkaitan dengan masalah keuangan, yaitu orang-orang yang bekerja tetapi tidak menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebtuhan hidup. Dalam kondisi fuqoro, Allah memberi semangat, memotivasi hambanya, agar berkeyakinan pada Allah, bahwa Allah akan memberikan kecukupan. 

Orang sekuler mereka yakin pada kemampuan dirinya, maka ketika dirinya tidak mampu dia tidak akan mengambil keputusan yang membuat dirinya susah. Itulah cara berpikir orang sekuler dan itulah jawaban mengapa orang sekuler di negara-negara maju banyak yang tidak mau menikah.

Pesan dari Al Quran, menikah bukan kemampuan keuangan saja yang harus mutlak diperhitungkan, tetapi harus punya keyakinan pada Tuhan. Jadi penyebab negara-negara sekuler dan kapitalis mengalami depopulasi penduduk bukan masalah keuangan, tapi masalah keyakinan pada Tuhan. Sebagaimana dikutif dari berbagai sumber, negara-negara sekuler dan kapitalis warga negaranya mengalami krisis keyakinan pada Tuhan. Tingkat kepercayaan mereka kepada Tuhan rata-rata sangat rendah. 

Berdasarkan psikologi kognitif, keyakinan kepada Tuhan adalah pola pikir pembentuk mentalitas seseorang. Pengetahuan Al Quran bukan hanya mengandung ilmu, tetapi berbarengan dengan keyakinan. Riset kesehatan banyak mengabarkan bahwa orang-orang yang berkeyakinan pada Tuhan, lebih berani dan bisa lebih lama bertahan hidup dibanding yang tidak punya keyakinan pada Tuhan.

Negara-negara yang menganut pemikiran sekuler dan kapitalis, tidak melahirkan manusia-manusia kuat. Secara fisik mereka punya kekuatan teknologi dan finansial, tetapi jiwa mereka rapuh. Mereka menjadi penakut karena segala sesuatu cenderung dihitung secara materi, dan keyakinan kepada Tuhan tidak jadi landasan dalam ideologi kehidupan mereka. 

Singapura jika ingin mengembalikan jumlah penduduknya dalam kondisi ideal, bukan hanya insentif uang untuk setiap anak yang lahir, tapi mengajak warga negara punya keyakinan pada Tuhan. Kata Allah dalam Al Qur'an, "jangan takut miskin karena menikah dan punya anak, karena kelak Allah akan mencukupinya". 

Keyakinan hidup itu penting karena setiap orang hidup dengan keyakinannya. Dalam kondisi apapun, manusia akan tetap lemah dan kekuatan ada di luar manusia yaitu Tuhan. Namun demikian, Tuhan dalam konsep Islam posisinya dekat dengan setiap jiwa manusia, dia tidak terlihat dan selalu menjadi penyemangat jika kita mempercayainya. Otak kita sudah dirancang untuk mengenal Tuhan, hanya karena merasa kuat, banyak manusia mengabaikan keberadaan Tuhan.*** 


Sunday, August 9, 2026

KENAPA NABI MUHAMMAD MINTA AMPUN 100 KALI?

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. 

Dibakabarkan dalam hadis, Nabi Muhammad beristigfar tiap hari tidak kurang dari 100 kali. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata: "Kami pernah menghitung dzikir Rasulullah SAW dalam satu majelis sebanyak 100 kali: Rabbighfir lii watub 'alayya, innaka antat tawwaabur rahiim".

Pertanyaannya mengapa Nabi Muhammad beristigfar tidak kurang 100 kali dalam sehari? Jawaban logisnya bisa dipahami jika kita belajar pola logika di dalam Al Quran. Harus diingat bahwa Nabi Muhammad selama hidupnya dipandu oleh Al Quran, dan apa yang dikeluarkan dari mulut Nabi Muhammad tidak pernah bertentangan dengan Al Quran. 

Jadi mengapa Nabi Muhammad beristgifar tidak kurang 100 kali dalam sehari? Inilah jawabannya, "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Ali Imran, 5:9).

Ampuran dari Allah adalah pintu bagi manusia untuk mendapatkan pahala besar. Pahala besar dari Allah adalah surga. Maka memohon ampun kepada Allah sesungguhnya kunci dari pintu masuk surga. Logis kalau begitu jika Nabi Muhammad melakukannya tidak kurang dari 100 kali tiap hari. Tidak ada pahala besar tanpa ampunan dari Allah. 

Alasan kedua, mengapa Nabi Muhammad beristigfar 100 kali tiap hari? Pada hakikatnya Nabi Muhammad adalah manusia biasa. Setiap manusia diciptakan Allah dari dua sifat yaitu baik dan buruk. "maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, (Asy Syams, 91:8).

Nabi Muhammad yang rendah hati, ingin mengajarkan kepada umat manusia, bahwa baik dan buruk manusia hanya Allah yang menilai, maka perbanyak mohon ampun adalah solusi agar manusia dinilai baik oleh Allah, dan berhak mendapat pahala besar dari Allah.

Alasan ketiga, mengapa Nabi Muhammad memohon ampun tidak kurang dari 100 kali? Di balik ampunan Allah tersimpan kehidupan sejahtera di dunia dan akhirat. "maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (Nuh, 71:10-12).

Surat Nuh menjadi alasan logis kenapa Nabi Muhammad banyak memohon ampun. Ampunan adalah penyebab rezeki yang banyak dalam bentuk harta, anak, pertanian, perusahaan, dan itu ketentuan Allah. Maka manusia mana yang tidak semangat minta ampun jika Allah menyediakan rezeki melimpah bagi orang-orang yang diampuni. 

Ayat-ayat Al Quran menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad melakukan sesuatu bukan tanpa dasar, dan segala sesuatu yang dilakukan Nabi Muhammad argumennya ada di dalam Al Quran. Sebagai umat manusia yang mau hidup sejahtera, kita tidak sebatas ikut-ikutan dalam beragama tapi memahami sebab akibat yang akan terjadi berdasar pada Al Quran. Nabi Muhammad adalah teladannya.***

Thursday, August 6, 2026

POLA SEJARAH DUNIA KEMBALI DARI AWAL

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd.

Pola sejarah dunia mengikuti pola sejarah Nabi Muhammad. Sejarah otentik kehidupan manusia ditetapkan Tuhan melalui kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad. Jika kita ingin belajar sejarah, kita harus mengikuti pola sejarah hidup Nabi Muhammad yang dijelaskan di dalam Al Quran. 

Pola hidup sejarah dunia dijelaskan pada saat kenabian Nabi Muhammad di kota Mekah. Kondisi kehidupan masyarakat Mekah menjadi baromater perubahan sejarah dunia. Sebelum Nabi Muhammad diutus kondisi Mekah merupakan tempat makmur karena pusat ziarah. Mekah menjadi jalur perdagangan internasional antara Yaman dan Syam. 

Sistem ekonomi dikuasasi oleh bangsawan kaya, mengeksploitasi kaum lemah, melalui praktek riba yang sangat tinggi. Kondisi masyarakat sangat fanatis dengan kesukuan. Masalah sepele bisa menjadi perang antar suku yang bisa berlangsung puluhan tahun. 

Kabah berisi 360 berhala sebagai sesembahan. Ajaran tauhid Nabi Ibrahim telah ditingalkan oleh penduduk Mekah. Rasa persaudaraan hilang karena sikap kesukuan. Sikap persaudaraan didasarkan pada fanatisme kesukuan bukan atas dasar kemanusiaan, keadilan, dan keimanan. 

Kondisi Mekah saat ini, menunjukkan kondisi pada masa awal sebelum kenabian Nabi Muhammad. Melalui Saudi Vision 2030, umroh tidak lagi sekedar ibadah konvesional tetapi menjadi industri pariwisata modern. Perhotelan bintang lima berdiri megah. Pariwisata umroh dan haji menjadi pilar ekonomi Arab Saudi selain minyak.

Masyarakat Arab Saudi termasuk negara dengan pendapat masyarakat cukup tinggi di atas Jerman. Tingkat kebahagiaan berada di atas Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris. Kondisi ini menunjukkan bahwa Mekah telah berada kembali pada posisi sebelum kenabian Nabi Muhammad. 

Sejarah dunia sedang berulang dan sedang menuju kiamat. Prediksi Nabi Muhammad telah dikemukakan sejak 14 abad lalu. “Kiamat tidak akan terjadi sampai harta menjadi melimpah... dan sampai bumi Arab kembali menjadi tanah lapang yang penuh tumbuhan (hijau) dan sungai-sungai mengalir.” (HR. Muslim).

Secara etimologi, kata "kiamat" berasal dari bahasa Arab, yaitu qāma – yaqūmu – qiyāman, yang berarti berdiri, bangkit, berhenti, atau berada di tengah. Dalam konteks agama, kata ini diserap menjadi al-qiyāmah yang berarti hari kebangkitan umat manusia dari kematian untuk diadili.

Namun dalam konteks sejarah dunia, kiamat bisa diartikan sebagai hari kebangkitan kesadaran manusia untuk kembali ke jalan hidup seperti yang diajarkan Nabi Muhammad. Puncak peradaban Arab telah terjadi dan saatnya umat manusia kembali berdiri ke jalan tengah yang diajarkan Nabi Muhammad. 

Kemakmuran telah dicapai oleh bangsa Arab, tetapi Arab tidak kurang peduli pada kemanusiaan. Ketika genosida terjadi pada masyarakat Palestina, bangsa Arab tidak berusaha keras membela atau menghentikannya. Bangsa Arab bersekutu dengan bangsa pelaku genosida, dan tidak berusaha menegakkan keadilan untuk menciptakan perdamaian dan menghentikan penindasan terhadap hak-hak hidup manusia sebagaimana Nabi Muhammad mengajarkannya dalam Al Quran. 

"...Barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia..." (Al-Ma'idah, 5: 32).

Bangsa Arab, tidak menyuarakan ayat ini ketika 70 puluh ribu rakyat Palestina digenosida dan menderita karena kehilangan rumah, sekolah, rumah sakit, pasar, dan rumah ibadah. Inilah tanda-tanda kiamat dalam arti saatnya umat manusia memperbaiki nilai-nilai ketauhidan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana Nabi Muhammad diutus. 

Rasa kemanusiaan bangsa Arab telah mengering dalam kemakmuran. Kemakmuran telah menumpulkan keimanan kepada Tuhan dan kepedulian terhadap rasa persaudaran antar umat manusia. Sudah saatnya, manusia melakukan pembaharuan dalam ketauhidan kepada Tuhan. Sifat rahman dan rahim Tuhan, harus menjadi karakter bukan bacaan dalam ritual. 

Kemuliaan seseorang tidak dilihat dari berapa kekayaan yang dimiliki, kehinaan seseorang tidak dilihat dari keburukan yang dialami. Kemuliaan seseorang terlihat dari karakter mereka yang beriman kepada Tuhan ditandai dengan berani membela kemanusian, memberi pertolongan pada orang tertindas, mengajurkan untuk memberi makan pada orang miskin dan anak-anak yatim. 

"Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun orang yang akan memperbaharui agama mereka." (HR. Abu Daud).

Pemikiran, prilaku dan pakaian bangsa Arab bukan cerminan dari ajaran agama yang diajarkan Nabi Muhammad. Cerminan agama yang diajarkan Nabi Muhammad adalah keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak baik sesuai ajaran Allah dalam Al Quran dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

Sejarah dunia sedang berulang telah kembali dari awal seperti pada awal Nabi Muhammad menjadi utusan yaitu mengembalikan keimanan manusia kepada Allah dan beriman kepada ayat-ayat Al Quran sebagai petunjuk kebenaran guna mewujudkan kehidupan damai dan kesejahteraan umat manusia dunia dan akhirat.***

ADA PENGETAHUAN BERBAHAYA DI OTAK

Oleh: Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd.  Apakah kamu sering menemukan orang yang sulit berubah? Apakah kamu sering menemukan orang yang sulit me...