OLEH: MUHAMMAD PLATO
Mungkin sebagian orang hanya
memandang kegiatan shalat dhuha bersama-sama 12 rakaat tiap hari hanya sebatas
ritual. Lalu kegiatan infak setiap hari dan program qurban setahun sekali yang
dilakukan anak-anak tidak memiliki efek terhadap kecerdasan anak-anak. Apa
hasilnya untuk anak, jika kita latih anak tiap hari dhuha dan shalat berjamaah?
Apakah dijamin anak-anak bisa sukses hidup di dunia dan akhirat dengan cara
ini?
Sangat gampang sekali
saya menjawab pertanyaan ini. Saya kembalikan kepada Allah untuk menjawabanya.
Jika jawaban itu datang dari Allah, semua sepakat bahwa saya akan mengemukakan
sebuah firman Allah di dalam Al-Qur’an.
Di dalam pendidikan ada
pondasi mendasar yang harus diajarkankan dan menjadi akhlak anak-anak. Akhlak mendasar
yang harus dimiliki anak-anak adalah prilaku disiplin shalat dan infak. Prilaku
ini modal dasara bagi anak-anak untuk menjadi pemimpin yang amanah.
Shalat adalah mukjizat yang
diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw. Selama mengemban tugas kenabiannya
yaitu 23 tahun, Nabi Muhammad menjadikan shalat sebagai sarana berkomunikasi
langsung dengan Allah ketika sulit hadapi rintangan dan sukses menghadapi kemusyrikan.
![]() |
SHALAT ADALAH MUKJIZAT DARI ALLAH UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA (MUHAMMAD PLATO) |
Sebagaimana tujuan
pendidikan nasional, dasar pendidikan kita adalah menciptakan generasi-generasi
beriman. Generasi beriman adalah generasi yang berkeyakinan kepada Tuhan sesuai
dengan keyakinan agama masing-masing. Bagi yang beragama Islam, konsep iman
bisa dipahami dari penjelasan Allah di dalam Al-Qur’an.
“Sesungguhnya orang-orang
yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman
mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,” (An Anfaal, 8:2).
Cara mewujudkan generasi
beriman menurut Allah adalah mengajarkan anak-anak agar “gemetar hati” ketika
disebut nama Allah, dan tambah iman kepada Allah ketika dibacakan ayat-ayat
Allah.
Bagainama cara agar
getaran hati anak-anak berwujudkan menjadi sebenar-benarnya iman. Kita bisa lihat
firman Allah berikutnya.
(yaitu) orang-orang yang
mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan
kepada mereka. (An Anfaal, 8:3)
Mengajarkan anak-anak
agar benar-benar beriman adalah menjadikan shalat dan infak sebagai program
pendidikan karakter di sekolah. Program tersebut antara lain, shalat dhuha 12
rakaat tiap hari, shalat berjamah dhuhur dan asar, infak harian (Master
Giving), dan kurban luar biasa (Beyond Qurban).
Untuk apa shalat dan
infak diperintah? Untuk apa shalat dan infak diprogramkan? Kita kembali kepada
Firman Allah di dalam Al-Qur’an.
Itulah orang-orang yang
beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat
ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (An
Anfaal, 8: 2,3,4).
Inilah janji Allah kepada
mereka yang benar-benar beriman, mereka akan mendapat ketinggian derajat di
sisi Allah, mendapat ampunan, dan rezeki yang terbaik dari Allah. Untuk itu
bertawakallah terhadap janji Allah yang pasti itu. Demikianlah dasar-dasar
dalam pendidikan yang harus kita upayakan. Wallau ‘alam.
No comments:
Post a Comment